Tanpa Lentera
Tanpa Lentera Karya Fatmawati Desa di sudut pelupuk kota bertirai jambrut, bertiang cemara dengan daun yang telah keriput. Air dengan gelombang lanjut usia cukup menjadi hiasan menyelimuti desa kecil ini. Satu demi satu daun kering jatuh di tanah demikian kusut. Angin sendalu memagut sang cemara membelai hangat daun kering dan mengantarkannya ke tempat yang bukan mereka pilih, yang hidupnya berawal dari segarnya hijau jambrut sekarang telah menjadi salah satu komposisi tanah dengan warna menua. Dan aku adalah daun yang bukan berawal dari hijau jambrut, melainkan terlahir menjadi daun kering dan jatuh sebagai daun kering bahkan berbelusuk. Di pagi yang dingin setelah menyuapi ibunya sarapan, Delia tiba-tiba menerima kibasan tangan yang mengarah ke wajahnya lalu ia diseret ke dalam kamar oleh Deri. Tanpa terjamah belas kasih Deri gila-gilaan membelai tubuh Delia dan memperlakukannya seperti binatang untuk memenuhi hasrat iblisnya. Delia yang tak bisa melawan han...